Postingan

Aliran ”Sesat” di Indonesia: Suatu Kajian tentang Interpretasi al-Quran dalam Perspective Linguistik

Aliran ”Sesat” di Indonesia: Suatu Kajian tentang Interpretasi al-Quran dalam Perspective Linguistik Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun selain agama Islam, Indonesia juga mempunyai lima agama lain yang resmi, yaitu Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau Indonesia dijadikan sebagai salah satu laboratorium pluralisme di dunia. Dengan kata lain masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural. Pluralisme yang ada di Indonesia merupakan cerminan pluralisme ideologi yang mewarnai bangsa ini karena setiap agama mempunyai ideologinya masing-masing. Oleh karena itu, pergesekan pemikiran antar ideologi merupakan hal yang tak dapat terelakkan. Jadi wilayah Indonesia ini terdiri atas kumpulan berbagai macam ideologi yang ”hidup” saling berdampingan. Maka tidak menutup kemungkinan suatu ideologi akan bisa memengaruhi idelogi yang...

Multi-Interpretasi Al-Quran dalam Perspektif Linguistik

Multi-Interpretasi Al-Quran dalam Perspektif Linguistik Oleh: Hari Prastyo Baru-baru ini, banyak bermunculan aliran-aliran yang disinyalir sesat oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Padahal, berdasarkan keterangan dari beberapa pimpinannya, bahwa mereka meyakini ajaran itu karena mereka memperoleh pemahaman dari pembacaan terhadap Al-Quran. Lantas, pertanyaannya adalah apakah ada yang salah dengan Al-Quran? Ataukah orang yang membacanya yang salah? Apakah pendapat kita saja yang benar? Lantas, Apa tolak ukur kita menyalahkan pendapat seseorang? Inilah yang akan dibahas penulis dalam artikel kali ini. Namun, penulis hanya akan membatasi pembahasan tentang bagaimana proses munculnya beberapa interpretasi dalam memahami Al-Quran sehingga memunculkan aliran-aliran baru tersebut. Tentunya penulis akan menggunakan pendekatan lingusitik dalam kajian kali ini. Untuk menganalisis fenomena di atas, penulis akan menggunakan “The Image Theory of Meaning” oleh Kempson dalam bukunya “Sem...

ALIRAN-ALIRAN DALAM LINGUISTIK

ALIRAN-ALIRAN DALAM LINGUISTIK [1] Oleh: Hari Prastyo [2] Pendahuluan Keberadaan bahasa merupakan keniscayaan bagi manusia, karena bahasa merupakan salah satu pembeda antara hewan dan manusia. Hal ini dikarenakan, hanya manusialah yang memiliki bahasa. Menurut Chaer dan Agustina, salah satu ciri bahasa adalah manusiawi. [3] Jadi sudah seharusnyalah kita mensyukuri apa yang telah dikaruniakan oleh Sang Pencipta kepada kita, yaitu bahasa. Dalam dunia keilmuan, kajian tentang bahasa disebut kajian linguistik. Kajian ini sudah berkembang sejak lama, karena bahasa memang telah lama ada dalam dunia ini. Hal ini dikuatkan leh Allah dalam firmanNya dalam surat al-Baqoroh. Dalam surat tersebut, Allah mengajari nabi adam dengan beberapa kata. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa telah lama eksis. Banyak para ilmuan yang telah lama mengkaji tentang bahasa. Namun, ilmu kebahasaan, yang kita kenal dengan ilmu linguistikbaru berkembang sekitar abad ke-19. setelah abad ini, banyak ide-ide ...

Aktualisasi Bahasa Jawa sebagai Wujud Kepedulian Budaya

Hari Prastyo Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk membangun kesadaran pembaca akan pentingnay keberadaan bahasa Jawa sebagai wujud dari eksistensi budaya Jawa, yang merupakan bagian dari budaya Indonesia. Yang selanjutnya, melalui makalah ini, penulis juga berharap mampu menumbuhkan rasa cinta kembali terhadap bahasa Jawa. Karena, seperti yang telah penulis ungkapkan di awal tulisan bahwa kedudukan bahasa Jawa dalam dunia internasional pada dasarnya sama dengan bahasa Arab yang merupakan salah satu dari bahasa internasional dunia, karena keduanya merupakan bahasa yang memiliki sistem lambang sendiri. Pendahuluan ‘hubungan antara Bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang sub-ordinat, di mana bahasa berada di bawah lingkup kebudayaan’ (Abdul Chaer, 1995:217). Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi dalam suatu komunitas. Oleh karena itu, keberadaan bahasa dalam masyarakat memiliki peranan yang cukup signifikan. Pada dasarnya, yang diperluk...

Mengajar sebagai Proses Komunikasi

Oleh; Hari Prastyo Secara etimologi, kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti memberikan pemahaman, kemudian kata tersebut mendapatakan imbuhan me-/-an yang menunjukkan kata kerja. Sehingga mengajar berarti kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada seseorang. Dalam mengajar, selain hasil yang diutamakan, proses juga diperhatikan, sehingga proses memberikan pemahaman ini kemudian disebut dengan pengajaran, yakni proses mengajar atau proses memberikan pemahaman kepada seseorang. Pengajaran merupakan merupakan sebuah proses transferring pengetahuan dari pembicara kepada pendengar. Dalam transferring pengetahuan tersebut terjadi juga proses komunikasi. Oleh karena itu, antara pengajaran dan komunikasi memiliki hubungan yang erat. Dengan kata lain, dalam pengajaran diperlukan kegiatan komunikasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai, dalam hal ini adalah tujuan pendidikan. Menurut Idi (1999;13)) tujuan pendidikan adalah sebagai berikut: 1)Tujuan Pendidikan Nasional ...